Skip to content

ASP.NET Core – Perbedaan Web Application dan Web Application(Model-View-Controller) di Visual Studio

Reading Time: 2 minutes

Catatan : ASP.NET yang dibahas ditulisan ini adalah ASP.NET Core

Web Application

Coba perhatikan di bawah tulisan Web Application, di sana ada keterangan “A project template for creating an ASP.NET Core application with example ASP.NET Razor Pages Content”, artinya dengan memilih menu ini, visual studio akan membuat sebuah projek dengan template halaman Razor.

Halaman Razor adalah bahasa markup mirip HTML yang dibuat khusus untuk framework ASP.NET. Halaman Razor memiliki “Code Behind” yang bisa dikoding menggunakan bahasa C# atau F#. Bahasa markup digunakan untuk menampilkan user interface(UI) sedangan “Code Behind” digunakan agar UI itu bisa melakukan sesuatu. Misalnya, tombol simpan itu dibuat menggunakan markup, tapi agar tombol simpan itu bisa menyimpan ke database maka tombol simpan itu harus disambungkan/diberi suatu kode program.

Alur proses yang terjadi ketika kita menggunakan template ini adalah “Code Behind”->View. Setiap client melakukan request, entah itu memanggil halaman atau melakukan post data, framework akan mengarahkan ke “Code Behind” terlebih dahulu.

Web Application(Model-View-Controller)

Dengan memilih menu ini, visual studio akan membuat sebuah projek dengan pola desain MVC. MVC adalah pola desain koding dengan membagi kodingan menjadi 3 bagian. Pertama, Model(M), bagian ini adalah bagian yang merepresentasikan data. Kedua, View(V), bagian ini adalah bagian yang merepresentasikan UI. Ketiga, Controller(C) bagian ini adalah bagian yang menyambungkan view dengan data.

Setiap client melakukan request, entah itu memanggil halaman atau melakukan post data, framework akan mengarahkan ke Controller terlebih dahulu. Jika ada data yang perlu diolah, misalnya data dari client atau data yang diambil dari database, controller akan mewakilkannya pada sebuah model. Hasil eksekusi kodingan di controller kemudian diserahkan ke view. Tampilan view yang tergantung dari data dan proses di controller akan tampil sesuai data dan proses dari controller.

File view yang digunakan di pola desain ini mirip dengan file halaman Razor. Perbedaannya adalah file view di pola desain ini tidak memiliki “Code Behind”.

Kesimpulan

Kodingan bahasa markup, “Code Behind” dan Controller diproses di server kemudian dikonversi ke bahasa markup HTML sebelum pengiriman ke komputer client dilakukan. Mungkin kalian ada yang bertanya, “Kenapa harus dikonversi ke HTML?” jawabannya adalah karena standar yang digunakan di browser adalah HTML, kalau standarnya adalah Razor ya tidak usah dikonversi dulu.

Perbedaan Web Application dan Web Applicaton(Model-View-Controller) adalah Web Application TIDAK menggunakan pola desain Model-View-Controller(MVC) sedangkan Web Application(Model-View-Controller) menggunakan pola desain MVC.

Bagikan artikel

Published inPemrograman

2 Comments

  1. OM OM

    Semangat nulisx kang bro!

    • admin admin

      Makannya kunjungi dan komen terus om

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat