Buku yang Bagus untuk Belajar Konsep OOP

Reading Time: 3 minutes
Buku yang Bagus Untuk Belajar OOP

Buku untuk Belajar Konsep Object Oriented Programming(OOP). Dulu, ketika SMK, saya membeli buku yang judulnya esensi-esensi bahasa pemrograman JAVA. Buku ini ditulis oleh Bambang Hariyanto, Ir., MT. dan diterbitkan oleh Penerbit Informatika. Saya lupa bagaimana saya sampai mau memilih buku ini. Mungkin direkomendasikan oleh teman, direkomendasikan oleh guru atau saya riset dulu di google, atau mungkin direkomendasikan oleh penjual bukunya. Buku ini berisi materi mengenai esensi-esensi bahasa pemrograman Java, terutama konsep OOP, dilengkapi dengan contoh implementasinya.

Materi Utama pada Buku ini Adalah Konsep OOP

Menurut saya, materi utama pada buku ini adalah konsep OOPnya. Penulisnya akan menuntun kita pada pemahaman konsep OOP yang benar. Pada setiap bab, diawali dengan pembahasan teori, kemudian diberikan contoh program sederhana yang merupakan contoh implementasi dari teori yang dijelaskan. Lalu dilakukan pembahasan mengenai contoh program tersebut. Pembahasan teori dan pembahasan contoh program dilakukan secara mendetail dan mendalam.

Kita akan diajak untuk berfikir menggunakan paradigma OOP. Setiap bab di buku ini akan membiasakan pikiran kita untuk menyelesaikan masalah programming menggunakan pendekatan OOP. Untuk programmer yang masih menganut paradigma prosedural, secara perlahan, buku ini akan menuntun mereka beralih dari paradigma prosedural ke paradigma OOP.

Buku ini tidak mengajarkan kita bagaimana cara membangun aplikasi dari nol sampai jadi. Tetapi, mengajarkan mengenai esensi bahasa pemrograman java, terutama konsep OOPnya. Pemahaman ini akan menjadi pondasi yang kuat untuk membuat program yang besar.

Pengalaman Saya Menggunakan Buku Ini

Pada awalnya, saya berharap isi materi buku ini akan berisi langkah-langkah untuk membuat aplikasi dari nol sampai jadi. Saya membayangkan, materi buku ini akan berisi bagaimana cara membuka Netbeans, bagaimana cara membuat project baru, bagaimana cara membuat UI, bagaimana kode di belakangnya, dan penjelasan detail masing-masing kode. Tetapi, ternyata materinya bukan seperti itu, melainkan membahas esensi-esensi bahasa pemrograman Java. Ada pun contoh program-program di dalamnya adalah contoh program kecil yang merupakan implementasi dari materi yang disampaikan. Mungkin saya salah faham dengan keterangan di bagian sampul depan buku. Di sana ditulis “disertai lebih dari 100 contoh program“.

Selain merasa salah pilih, saya juga sering merasa pusing ketika membaca buku ini. Kata-kata yang digunakan sangat kaku dan teknis. Membaca satu paragraf saja sudah pusing. Selain itu, materi yang bisa saya fahami dalam satu paragraf sangat sedikit. Harus dibaca bolak-balik baru bisa difahami seluruhnya. Itu juga harus dengan membaca penjelasan lain dari internet dulu, kemudian balik lagi ke buku itu.

Saya adalah tipe orang yang detail, ketika saya ingin memahami sesuatu, maka saya harus bisa memahaminya sampai detail. Secara perlahan, saya mulai terbiasa dengan bahasa yang kaku dan teknis dari buku ini. Selain itu, saya juga mulai menyadari bahwa buku ini dibuat dengan tujuan agar para pembacanya memahami paradigma OOP dan memahami cara implementasinya yang benar. Buku-buku programming bahasa Java yang saya beli sebelumnya, tidak mengajarkan hal seperti itu. Buku-buku itu materinya lebih kepada langkah-langkah membuat aplikasi dari nol sampai jadi tanpa pembahasan yang mendetail dan tanpa pemahaman konsep OOP yang mendalam.

Buku ini juga memberikan efek pada gaya bicara saya.

  1. Saya suka bicara atau menulis menggunakan kata-kata formal. Kata-kata formal yang saya sukai adalah kata-kata yang gampang difahami. Saya sangat membenci menggunakan kata-kata formal yang hanya dimengerti oleh kalangan atas saja.
  2. Saya sangat tidak suka menggunakan kata-kata gaul.
  3. Saya sangat tidak suka menggunakan kata-kata asing dicampur dengan bahasa Indonesia, kecuali kata-kata teknis.

Catatan: Saya menyebut kata-kata yang hanya dimengerti oleh kalangan atas denga istilah Bahasa Dewa.

Bagikan artikel

Tinggalkan Balasan