Skip to content

Cara Menguasai Suatu Bahasa Pemrograman

Reading Time: 3 minutes

Saya banyak mendapat pertanyaan dari orang yang mau memulai belajar pemrograman atau yang sedang belajar pemrograman mengenai bagaimana cara menguasai suatu bahasa pemrograman. Kalau ditanya langsung, saya selalu malas untuk menjawabnya karena jawabannya terlalu panjang untuk dikatakan. Oleh karena itu, saya akan menuliskannya di sini sehingga jika nanti ada yang bertanya lagi, saya tinggal menyuruhnya untuk membaca di sini.

Niat yang kuat

Kalau kalian adalah orang yang jenius, niat yang biasa saja sudah cukup. Namun, jika kalian adalah orang yang tidak jenius, maka kalian harus punya niat yang kuat untuk menguasai suatu bahasa pemrograman. Kalian akan mengalami banyak hambatan ketika belajar pemrograman. Jika kalian tidak punya niat yang kuat, kalian akan menyerah ketika menghadapi hambatan tersebut.

Dulu, saya pernah membaca suatu buku bahasa pemrograman, kemudian ada satu paragraf yang penjelasannya tidak saya fahami. Saya baca berulang-ulang paragraf tersebut, saya juga mencari penjelasan lain dari internet. Membaca berulang-ulang dan mencari penjelasan lain tersebut saya lakukan dari pagi sampai tengah malam. Ketika tengah malam, saya sudah merasa ingin muntah memikirkan maksud dari paragraf tersebut. Namun, akhirnya saya bisa faham juga.

Pelajari algoritma terlebih dahulu

Banyak orang yang belajar pemrograman tidak memulai dengan belajar algoritma terlebih dahulu. Mereka langsung belajar bahasa pemrograman yang ingin mereka kuasai. Menurut saya, ini adalah urutan yang salah. Seharusnya algoritma dipelajari terlebih dahulu kemudian baru mempelajari bahasa pemrograman. Jika sudah jago algoritma, maka akan jauh lebih mudah dan cepat untuk mempelajari suatu bahasa pemrograman. Hal ini karena bahasa pemrograman hanyalah sebuah alat, inti dari pemrograman adalah membuat atau menerapkan suatu algoritma.

Ketika kita membuat atau memakai suatu algoritma untuk memecahkan suatu masalah. Algoritma tersebut akan tetap sama jika diimplementasikan menggunakan bahasa apa pun.

Pelajari paradigma pemrograman terlebih dahulu

Paradigma pemrograman adalah cara pandang seorang programmer dalam melihat suatu masalah dan menyelesaikan masalah tersebut. Ada tiga paradigma yang pernah saya pelajari dan gunakan, yaitu paradigma pemrograman prosedural(procedural programming), paradigma pemrograman berorientasi objek(object oriented programming), dan paradigma functional programming.

Alasan paradigma pemrograman perlu dipelajari terlebih dahulu sebelum bahasa pemrograman adalah karena ketika menggunakan bahasa pemrograman, kita harus menggunakan paradigma yang digunakan oleh bahasa yang akan kita pelajari.

Pelajari dasar-dasarnya

Pelajarai dahulu hal-hal dasar suatu bahasa pemrograman. Misalnya cara membuat variabel, cara mengisi nilai variabel, cara membuat method, cara memanggil method, cara melakukan perulangan. Hal-hal dasar seperti itu relatif lebih mudah untuk dipelajari. Biasanya, di dokumentasi resmi suatu bahasa pemrograman sudah diklasifikasikan materi mana yang masuk kategori dasar dan materi mana yang masuk kategori lanjutan.

Jangan langsung belajar bagaimana membuat suatu program utuh. Untuk membuat suatu program utuh dibutuhkan pengetahuan dasar terlebih dahulu. Jika kalian memaksakan langsung belajar membuat program utuh, kalian akan jauh lebih sering mengalami kebingungan ketika memahami kode-kodenya.

Latihan membuat program utuh yang sederhana

Lakukan latihan dengan membuat suatu program utuh yang sederhana dengan menggunakan bahasa yang sedang kalian pelajari. Misalnya aplikasi kalulator sederhana, aplikasi Buku Harian(Diary), dan aplikasi Jadwal Belajar. Buatlah program-program sederhana seperti itu sebanyak mungkin sampai kalian merasa bosan atau sampai kalian merasa tidak ada tantangannya lagi membuat program sederhana seperti itu.

Pelajari praktek terbaik dalam menggunakan bahasa pemrograman yang sedang kalian pelajari

Praktek terbaik(Best Practise) bahasa pemrograman adalah bagaimana cara terbaik melakukan pemrograman menggunakan bahasa tersebut. Biasanya di website resmi suatu bahasa pemrograman sudah disediakan bagaimana cara melakukan best practise bahasa tersebut atau kalian bisa mencarinya di sumber lain menggunakan google dengan keyword “Best Practise C#” misalnya.

Membuat suatu program tidak boleh asal jadi. Kalian harus memikirkan bagaimana kecepatan program yang kalian buat ketika berinteraksi dengan pengguna, kecepatan program memproses data, ukuran program ketika dibuild menjadi program yang siap dipakai, kemudahan kode program kita dibaca oleh programmer lain, kemudahan untuk dikembangkan, kemudahan untuk dilakukan perubahan, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut bisa kalian capai dengan menggunakan best practise.

Pelajari kode program besar

Sering-seringlah untuk membaca kode program besar. Kalian bisa melihat contoh kode program besar yang open source yang disimpan di github. Dengan mempelajari kode program besar kita akan mengetahui bagaimana suatu best practise digunakan dalam membuat suatu program besar dan kemampuan untuk membaca kode program akan meningkat.

Paksakan untuk praktek membuat program besar

Ada beberapa cara untuk mengimplementasikan tahap ini. Pertama, cari projekan di internet. Kedua, ikut projekan open source. Jangan takut tidak bisa, paksakan diri kita jika kita memang ingin bisa menguasai bahasa pemrograman yang sedang kita pelajari.

Poin-poin di atas adalah tahap-tahap yang berurutan. Jika kalian mampu sampai ke tahap akhir maka kalian akan bisa menguasai bahasa pemrograman yang ingin kalian kuasai.

Silahkan baca juga tulisan saya mengenai cara untuk menjadi seorang programmer di sini dan bagaimana cara saya belajar programming di sini.

Bagikan artikel

Published inPemrogramanPengalaman

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    WhatsApp chat