Kegelapan yang Kedua dan Cahaya Terang yang Sempurna

Reading Time: 2 minutes
Kegelapan yang kedua dan cahaya terang yang sempurna
Matahari terbit

Saya pernah mengalami masa kegelapan hati dalam hidup saya. Masa yang sulit itu saya alami 2 kali. Pertama ketika lulus SMK dan yang kedua adalah tahun kemarin. Pada saat kegelapan yang pertama saya sempat berpikir untuk mengakhiri hidup saya, pada saat itu pikiran saya belum matang atau bisa dikatakan masih labil. Pada saat kegelapan yang kedua kondisinya sama buruknya, tapi saya tidak sampai berpikir untuk mengakhiri hidup saya karena pikiran saya sudah matang dan banyak teman saya yang mendukung saya. Pada tulisan kali ini saya hanya akan menceritakan pengalaman saya mengalami kegelapan hati yang kedua sampai kemudian saya menemukan cahaya terang yang sempurna.

Pada saat itu saya merasa putusa asa, sedih dan bingung. Pada saat itu semua gelap, saya hanya bisa melihat diri saya dan HP saya. Pada saat itu saya hanya bisa mendengar detak jantung dan nafas saya. Pada saat itu saya bertanya pada Allah apa maksud semua ini, kenapa ini terjadi dan apa yang ia rencanakan. Pada saat itu saya mau menangis tapi air mata saya seperti susah untuk keluar.

Ketika itu saya memberanikan diri untuk membicarakan masalah ini pada seseorang. Saya menceritakan semuanya, dan akhirnya saya bisa menangis, saya merasa sangat lega. Dia memberikan nasehat, “Hari ini kamu bersedih, tapi suatu saat kamu akan mensyukuri kejadian ini terjadi padamu”. Setelah berbicara dengan dia saya merasa sedikit lebih baik. Tapi saya masih ingin menceritakan ini pada teman baik saya yang lain, dari teman saya itu saya memperoleh 2 nasehat, pertama, perbaiki keyakinan mu, kedua, perbaiki ibadah mu.

Setelah berbicara pada dua teman saya ini, saya merasa jauh lebih baik. Pada saat itu saya punya 1 tujuan, pertama saya ingin membuktikan omongan teman saya “Hari ini kamu bersedih, tapi suatu saat kamu akan mensyukuri kejadian ini terjadi padamu” dengan cara memperbaiki keyakinan dan ibadah saya. Setelah itu saya mulai menghentikan kebiasaan-kebiasaan buruk saya, belajar lebih banyak tentang agama dan meningkatkan ibadah saya.

Salah satu hal yang ingin saya capai di tahun ini adalah saya ingin memperbaiki bacaan Quran saya dan saya juga ingin bisa hafal Quran. Untuk mewujudkannya saya daftar mengaji di LKP TAR-Q. LKP TAR-Q adalah sebuah lembaga kursus dan pelatihan yang bergerak di bidang pembinaan Al-Quran dan studi Islam. Alhamdulillah, setelah mengaji dan berusaha menghafal Quran, saya seperti melihat cahaya terang yang sempurna yang membimbing saya untuk terus jauh lebih baik. Usaha saya ini tidak mudah, banyak sekali godaannya, kadang saya berpikir ” untuk apa melakukan semua ini, apakah Allah akan merubah hidup saya, buktinya sampai hari ini tidak ada perubahan” dan pikiran-pikiran negatif lainnya, serta godaan-godaan untuk melakukan kebiasaan buruk saya pada masa lalu. Ketika pikiran-pikiran itu muncul saya selalu berusaha mengingat apa penyebab saya melakukan semua ini, setelah saya ingat, Alhamdulillah saya merasa semangat lagi untuk melanjutkannya. Ustadz yang membimbing saya juga selalu mengajar saya dengan sabar dan selalu memberikan motivasi pada saya, itu semua membuat saya sampai saat ini masih terus melanjutkan usaha saya.

Saya akan membuktikan bahwa saya bisa jadi salah satu manusia terbaik yang pernah ada di muka bumi ini. Aamiin.

 

Bagikan artikel

Tinggalkan Balasan

  1. Sepakat sama ini –> “Hari ini kamu bersedih, tapi suatu saat kamu akan mensyukuri kejadian ini terjadi padamu”. Setiap kejadian pasti ada maksudnya, tinggal kitanya kan? Semangat semoga keinginan tahun ini tercapai bahkan lebih. Aamiin

  2. Ngga ada manusia yg terlahir sempurna tanpa melalui kesalahan dan berusaha memperbaiki diri kembali.

    Bekali diri salah satunya dengan aqidah atau keyakinan, karna gangguan syetan selalu muncul kepada umatnya yg selalu ingin berusaha memperbaiki diri. Terus lanjut belajar meskipun keimanan selalu turun naik a.

    • Ih aya teh rosi.

      “Ngga ada manusia yg terlahir sempurna”. Eunya mangkaning abi mah manusia ssampah. Hahaha
      “gangguan syetan selalu muncul kepada umatnya yg selalu ingin berusaha memperbaiki diri” eunya loba pisan godaanna.
      “Terus lanjut belajar meskipun keimanan selalu turun naik a”. Aamiin do’akeun teh.