Keresek dan Sampah

Reading Time: 2 minutes

Analisa adalah suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam dunia programming. Ketika akan membuat suatu fitur baru atau melakukan investigasi suatu bug, kita terlebih dahulu harus melakukan suatu analisa. Analisa yang tidak didukung dengan informasi atau data yang cukup akan mengarahkan kita pada solusi yang buruk.

Para programmer seperti saya tentu sudah tahu teori tersebut. Sayangnya hal tersebut sering tidak bisa difahami oleh orang-orang yang tidak faham mengenai dunia programming. Mereka sering menganggap enteng kerjaan para programmer. Contoh kalimat yang sering keluar dari mulut mereka adalah “bikin begitu saja kok lama” dan “bikin begituan bisa 100 rebu?”. Pada awal-awal jadi programmer saya sering kesal dengan orang-orang tersebut, tetapi semakin kesini, saya sadar bahwa itu disebabkan oleh ketidaktahuan mereka dengan dunia programming. Sekarang saya sudah memaklumi orang-orang seperti itu. Cukup ditertawakan saja di dalam hati.

Ada Istilah yang dipopulerkan oleh salah satu senior saya untuk menyebut orang-orang seperti ini. Mohon maaf untuk para pembaca, ini hanya untuk becanda dan melampiaskan kekesalan kami saja. Kami menyebut orang-orang seperti ini dengan sebutan “KERESEK”. Hahaha.

Sayangnya, konflik para programmer tidak hanya dengan orang-orang yang tidak faham dunia programming kemudian menganggap enteng kerjaan mereka, ada musuh yang lebih kampret dari pada itu. Yaitu orang-orang yang katanya “faham” dunia programming tetapi menganggap enteng kerjaan programmer. Menurut saya ada dua kemungkinan. Pertama, dia memang sudah berada pada level “Dewa Programmer” sehingga baginya koding itu sangat mudah. Kedua, dia sebenarnya baru sedikit faham mengenai dunia programming dan berlagak sok faham mengenai programming. Saya pribadi paling malas kalau harus berhadapan dengan orang seperti ini. Ketika berdiskusi dengan orang seperti ini, biasanya dia hanya menjelaskan secara umum, kemudian hal detilnya dia menganggap bahwa otak saya bisa mendownload secara otomatis dari pikirannya. Jika kita tidak faham, kita akan dianggap lemah otak dan tidak berpengalaman.

Kalau untuk orang seperti ini, ada istilah yang saya gunakan. Istilah ini tidak terlalu populer dibanding istilah “KERESEK”. Biasanya, teman-teman saya menggunakan istilah “KERESEK” juga untuk orang-orang seperti ini. Tetapi, secara pribadi saya punya istilah khusus untuk orang-orang seperti ini dan saya tidak perlu meminta maaf kepada para pembaca karena memang saya sangat membenci orang-orang seperti ini. Istilah yang saya gunakan untuk orang seperti ini adalah “SAMPAH”.

Bagikan artikel

Tinggalkan Balasan