Skip to content

Pantaskah Shaun Evans Robert Memimpin Pertandingan Sekelas Asian Games?

Reading Time: 2 minutes
Sumber Gambar : www.viva.co.id

Shaun Evans Robert adalah wasit asal Australia yang menjadi pengadil di pertandingan antara TIMNAS Indonesia U23 melawan TIMNAS u23 UEA di ajang Asian Games 2018. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan UEA melalui adu penalti. Setelah pertandingan berakhir, nama Shaun Evans Robert banyak diperbincangkan oleh pendukung Indonesia karena beberapa keputusannya yang menimbulkan kontroversi. Sebelum menjadi pengadil kontroversial di pertandingan ini, Shaun Evans Robert sudah menjadi pengadil kontroversial di beberapa pertandingan yang pernah dia pimpin. Berikut rekam jejak kontroversial Shaun Evans Robert. 

Pertandingan PERSIB melawan PERSIJA. Bagi pecinta sepakbola Indonesia khususnya pendukung PERSIB Bandung, nama Shaun Evans Robert sudah tidak asing lagi. Dia adalah wasit yang menjadi pengadil di pertandingan PERSIJA melawan PERSIB di Liga 1 2018 yang digelar di stadion manahan solo. Keputusan paling kontroversial di laga tersebut adalah ketika dianulirnya gol Ezechiel N’douassel pada menit 27 yang jika dilihat di tayangan ulang bola sudah melewati garis gawang. Setelah berakhirnya pertandingan, akun media sosial Shaun Evans Robert banyak dicari oleh pendukung PERSIB untuk memprotes keputusan kontroversialnya tersebut.

Pertandingan Adelaide United melawan Western Sydney pada 17 Oktober 2016. Pada pertandingan tersebut Shaun Evans Robert memberikan keputusan yang dianggap kurang adil dan tegas ketika pemain Adelaide, Sergio Cirio mendapat tekel sangat keras dari pemain Western Sydney yang membuatnya cedera parah. Pada saat itu Shaun Evans Robert hanya memberikan kartu kuning pada pemain Western Sydney. Pihak Adelaide kemudian melakukan protes ke  Federasi Sepak Bola Australia (FFA) agar wasit Shaun Evans Robert tidak menjadi pengadil lagi dalam pertandingan-pertandingan Adelaide selanjutnya.

Pertandingan Perth Glory Melawan Melbourne City pada 27 Desember 2017. kedua pelatih dari kedua tim menyebut Shaun Evans Robert adalah wasit yang tidak konsisten dan kontroversial.

Pertandingan Sydney FC Melawan Perth Glory pada 27 Oktober 2017. Pada pertandingan tersebut, Sydney FC mendapatkan tiga tendangan penalti, pada penalti yang kedua wasit Shaun Evans Robert membuat kontroversi karena dia memerlukan waktu sekitar 4 menit untuk melihat VAR untuk memutuskan Sydney FC berhak mendapatkan penalti, padahal maksimal waktu untuk melihat VAR adalah 30 detik.

Pertandingan Sydney FC melawan Wellington Phoenix pada 8 April 2017. Pada saat pertandingan sedang berlangsung, pemain-pemain Sydney FC melakukan protes karena menganggap bek Wellington, Michael Zullo melakukan handball di kotak penalti, tapi wasit Shaun Evans Robert tidak mengghiraukan protes tersebut dan tetap melanjutkan pertandingan, anehnya, sekitar 30 detik kemudian setelah bola mati, wasit Shaun Evans Robert baru menghentikan pertandingan untuk melihat VAR.

Melihat rekam jejaknya di A-League(Liga Australia) dan Liga 1 yang banyak melakukan kontroversi, pendapat penulis, wasit Shaun Evans Robert tidak layak untuk menjadi pengadil di pertandingan sekelas Asian Games. Seorang wasit dituntut untuk punya keadilan, ketegasan, konsistensi dan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Wasit Shaun Evans Robert memang manusia biasa yang pastinya bisa melakukan kesalahan, tapi jika melihat beberapa kesalahan fatal yang dilakukannya, itu menunjukkan ketidakkonsistenan kemampuannya.

Sumber : www.bola.com

www.kumparan.com

 

Bagikan artikel

Published inPengalaman

2 Comments

  1. Tidak pantas. Sekelas Asian Games seharunya dipimpin oleh wasit-wasit yang punya record bersih. Kalau terus menggunakan jasa beliau, mungkin akan bertambah klub yang akan dirugikan. Semoga segera diadili.

    • admin admin

      Semoga dia insaf dan kembali ke jalan yang benar.

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat