Skip to content

Pelajaran dari Implementasi SIMRS di RSUD Kanujoso Djatiwibowo

Reading Time: 2 minutes

Ada beberapa pelajaran yang saya peroleh dari implementasi SIMRS di RSUD Kanujoso, sebenarnya pelajaran ini sudah pernah saya dapatkan di implementasi proyek-proyek sebelumnya, tapi entah kenapa saya jadi lupa.

Pertama. UI(User Interface) yang di pikiran saya sudah sempurna untuk user, ternyata menurut user, itu masih jauh dari sempurna. Perkataan-perkataan seperti ribet harus klik ini dan klik itu, ribet banyak centangannya, susah memakainya dan perkataan-perkataan sejenisnya sering saya dengar. Padahal sudah semalaman saya memikirkan UI nya tapi ternyata masih belum cocok juga untuk user. Kadang ketika sedang stress kemudian mendengar perkataan seperti ini saya suka gregetan karena saya merasa ketika mendesain UI itu sudah memikirkan segala kebutuhan user tetapi ketika pikiran sudah tenang saya juga sadar bahwa berdasarkan pengalaman-pengalaman di proyek sebelumnya urusan UI seharusnya saya lebih mengambil pendekatan “Apa yang diinginkan user, maka begitulah UI nya yang harus saya buat” karena biasanya keinginan user adalah memang kebutuhan dia, kecuali UI yang diinginkan user itu bakal menimbulkan masalah untuk sistem maka jangan dituruti.

Kedua. Setiap rumah sakit punya alur sistem yang unik dan kita tidak bisa memaksakan rumah sakit agar mau mengikuti alur sistem yang sama dengan alur sistem standar milik kita. Mungkin beberapa bagian bisa dipaksakan memakai alur sistem milik kita tapi beberapa lagi kita tidak bisa memaksa rumah sakit agar mau memakai alur sistem standar kita. Untuk bagian-bagian yang tidak bisa dipaksakan memakai alur aplikasi milik kita, berdasarkan pengalaman-pengalaman di proyek sebelumnya maka sebaiknya kita menyesuaikan dengan alur sistem rumah sakit kecuali jika perubahan itu bakal menghancurkan sistem maka perubahan itu jangan dilakukan.

Ketiga. SOP(Standar Operasional Prosedur). Yang ketiga ini masih ada kaitannya dengan poin kesatu dan kedua. Pelajaran ini baru saya ingat kembali ketika sudah pulang dari kanujoso, padahal ini pelajaran berharga yang pernah saya dapatkan di proyek-proyek sebelumnya. Jika perubahan yang kita lakukan berpotensi untuk mengganggu sistem maka jika dengan merubah SOP kita bisa mencapai hasil akhir yang kurang lebih sama maka lebih baik rubah SOP saja. Untuk merubah SOP kita harus bisa menjelaskan ke pihak rumah sakit kenapa perubahan tidak bisa kita lakukan dan kenapa kita lebih memilih untuk merubah SOP.

Keempat. Banyak masalah di lapangan yang bisa diselesaikan dengan pengetahuan alur dibanding dengan kemampuan coding. Pelajaran berharga ini juga hampir saya lupakan ketika di Kanujoso, banyak masalah yang sebenarnya kita tidak perlu merubah codingan tapi cukup “Mengakalinya” dengan pengetahuan alur sistem dan pengetahuan mengenai aplikasi kita.

Kelima. Jika kita cinta ngoding, serumit apapun masalah pemrograman yang kita hadapi seharusnya kita tetap tenang dan menikmatinya. ketika di Kanujoso saya sering mengeluh ketika menghadapi masalah. Ketika menjelang kepulangan saya ke Bandung, saya sadar bahwa kalau memang saya cinta ngoding seharusnya saya tidak mengeluh ketika menghadapi masalah serumit apapun karena setiap masalah yang dihadapi akan meningkatkan level kemampuan ngoding saya.

Keenam. Setiap masalah yang kita hadapi akan membawa kita pada level kemampuan berikutnya. Poin ke enam ini berhubungan dengan poin kelima. Pelajaran ini juga sudah sering saya dapatkan di proyek-proyek sebelumnya tapi lagi-lagi saya lupa. Saya sering berkata “Setiap programmer yang pulang dari proyek dan dia masih bertahan di jasamedika dia akan jadi super saiya”, semakin sulit masalah yang dihadapi maka akan semakin tinggi level kemampuan ngoding kita.

Bagikan artikel

Published inPengalaman

4 Comments

  1. Akhirnya jadi juga tulisannya. Sepakat sama poin-poinnya apalagi poin keenam, semakin diuji semakin terasah. Poin pertama, semakin mudah UI buat user semakin sulit ngodingnya (Ini kata temen ak apa dosen ya lupa). Lebih aman cari tengah-tengah, tapi sulit.

    • admin admin

      Kok sulit? kan tinggal dicoding!

      • Min, kata salah satu suhu koding di tempat saya kerja itu haram mengucapkan kata tinggal.

        • admin admin

          Pasti dia programmer gagal ya?

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat