Skip to content

Saya Benci Formalitasnya Manusia

Reading Time: 2 minutes

Sekarang ini saya menjadi sangat benci ketika mendengar ucapan formalitas yang sering diucapkan manusia. Contoh ucapan formalitas yang sering saya dengar adalah “Semoga masalahnya cepat selesai ya!” dan “Semangat!!!”. Ucapan-ucapan seperti itu bagi saya terdengar seperti sesuatu yang tidak ada maknanya, tidak ada gunanya dan penuh kebohongan.

Coba kalian renungkan, apa maksud manusia mengucapkan ucapan-ucapan seperti itu?. Bagi saya, mereka mengucapkan hal itu hanya formalitas saja. Misalnya, ketika manusia menyebutkan “Semoga masalahnya cepat selesai ya!”, ucapan itu adalah ucapan formalitas yang sudah umum dikatakan manusia pada manusia lainnya yang sedang menghadapi masalah, agar manusia tersebut terlihat seperti perhatian. Ini menurut saya adalah hal yang sangat kampret!. Jika memang manusia itu sudah tahu bahwa manusia lain itu punya masalah, kenapa dia tidak berusaha membantunya?. Apakah dengan mengucapkan ucapan itu masalah yang dihadapai manusia yang sedang punya masalah itu bisa selesai?.

Ucapan “semangat”, ini juga ucapan formalitas yang dikatakan manusia untuk memberi semangat pada manusia lainnya yang sedang tidak punya semangat. Coba renungkan lagi, apakah dengan mengucapkan ucapan “semangat”, manusia yang sedang tidak punya semangat akan punya semangat lagi?. Jawabannya bisa ya dan tidak, tergantung siapa yang mengucapkan ucapan “semangat”. Misalnya, jika yang mengucapkan itu adalah orang yang kita sukai, kita bisa menjadi semangat lagi. Namun, jika yang mengucapkannya bukan orang yang kita sukai, ucapan “semangat” itu tidak ada gunanya. Seharusnya, para manusia itu mencari tahu kenapa manusia yang tidak punya semangat itu bisa tidak punya semangat?. Biasanya, manusia tidak punya semangat karena sedang menghadapi suatu masalah. Coba bantu dia untuk menyelesaikan masalah tersebut, jangan hanya mengucapkan kata “semangat” saja.

Tujuan dari pengucapan kedua ucapan tersebut adalah agar manusia yang mengucapkannya terlihat seperti punya perhatian. Masalahnya, pada kasus yang saya sebutkan di paragraf sebelumnya, kalau hanya perhatian, sering kali tidak menyelesaikan masalah. Yang dibutuhkan adalah solusi. Kalau hanya perhatian, itu sangat tidak berguna.

Sebenarnya masih banyak ucapan-ucapan formalitas lainnya yang sering saya dengar. Namun, yang paling saya benci saat ini adalah itu. Benar-benar ucapan yang sangat tidak berguna. Saya semakin mantap untuk tidak mau disebut manusia. Manusia memang unik.

Silahkan baca juga tulisan saya tentang uniknya manusia di sini. Tulisan itu membahas mengenai uniknya manusia dan alasan saya tidak mau disebut manusia.

Bagikan artikel

Published inPengalaman

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    WhatsApp chat