Skip to content

Saya Menyesal Tidak Kuliah Jurusan Matematika

Reading Time: 2 minutes

Saat ini saya sudah berada pada level faham bahwa bahwa bahasa pemrograman hanya sebuah alat. Dulu, sebelum berada pada level ini saya sangat bangga mengatakan bahwa sya bisa bahasa Vb6, saya bisa bahasa Java dan saya bisa bahasa C#. Sekarang kebanggan tersebut sudah hilang, saya merasa biasa saja menguasai bahasa-bahasa itu.

Sekarang, saya lebih bangga mengatakan bahwa saya faham algoritma Viola-Jones dibandingkan dengan saya bisa menggunakan bahasa pemrograman. Menurut saya, memprogram menggunakan suatu bahasa, prinsinya sama saja. Variabel, perulangan, pencabangan, metode dan hal lainnya yang tidak jauh beda di masing-masing bahasa pemrograman. Yang susah itu adalah membuat atau mempelajari suatu algoritma kemudian mengimplementasikannya ke dalam suatu bahasa pemrograman.

Akhir-akhir ini saya sedang mempelajari algoritma Viola-Jones yang merupakan salah satu algoritma yang banyak dipakai di bidang computer vision. Saya kenal algoritma ini ketika Saya mengerjakan tugas akhir kuliah saya. Pada waktu itu saya baru bisa faham secara garis besar algroritma ini. Saya tidak faham sampai detail. Saya juga melakukan implementasi algoritma ini dibantu dengan suatu pustaka yang disediakan oleh matlab.

Sekarang, keinginan untuk memperdalam computer vision muncul kembali. Mungkin karena saya sudah jenuh memprogram aplikasi CRUD. Saya ingin ada suatu tantangan lain. Sebagai langkah awal saya mulai kembali mempelajari algoritma Viola-Jones sampai ke detail-detailnya. Di tengah perjalanan, saya mengalami kesulitan. Banyak bagian di algoritma tersebut yang memerlukan pengetahuan dan pemahaman matematika yang cukup rumit. Bukan hanya sekedar tambah, kurang, kali dan bagi. Saya menemukan notasi-notasi matematika yang asing bagi saya. Padahal mungkin ketika kuliah, saya pernah mempelajarinya, tapi mungkin saya dulu malas untuk faham.

Sekarang saya menyesal, seandainya dulu saya mengambil jurusan matematika, kemudian untuk ilmu pemrogramannya saya belajar secara otodidak, mungkin sekarang saya sudah jadi “Dewa Programmer”. Saya kenal beberapa programmer yang punya dasar matematika yang kuat karena mereka dulunya kuliah jurusan matematika. Kemudian karena tertarik dengan pemrograman mereka belajar pemrograman secara otodidak. Hasilnya sekarang mereka menjadi “Dewa Programmer”.

Jika kita renungkan, untuk menggunakan bahasa pemrograman, membuat atau mempelajari algoritma yang sederhana pun kita memerlukan kemampuan matematika. Kalau kita sudah kuat dalam matematika, kalau hanya mempelajari bahasa pemrograman dan membuat atau mempelajari algoritma yang sederhana, jelas itu akan sangat mudah bagi kita.

Tetapi waktu tidak bisa diulang kembali. Saya tidak boleh menyerah. Sekarang saya sedang berusaha untuk memperdalam ilmu matematika saya, sebelum kembali memperdalam computer vision.

Published inPemrogramanPengalaman

7 Comments

  1. Matematika itu seru ketika didalami. Ilmu matematika apa yang ada di algoritma ini?

    • admin admin

      Wah banyak, yg pasti matematika yg dipake untuk ngolah matriks

      • Wah matriks ya. Salah satu ilmu yang seru pada masa nya. Tapi sudah lupa kalau sekarang. Nanti berbagi ya jika sudah berhasil.

  2. OM OM

    Sok atuh S2 jurusan matematika, biar jd dewa kang bro…

    • admin admin

      Nah itu. Apa bisa dari informatika lanjut S2 matematika?

      • OM OM

        Emang ada larangan ya? ngga prnh dngr dn ngga tau hehehe Kykx sya prnh lihat gelar2 pejabat jurusan s2 dngn s1nya tu beda jauh bgt…

        • admin admin

          Tidak tahu om. Tapi sepertinya ada aturan, misal kalau S2 ini syaratnya harus S1 apa. Begitu, mungkin.

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat