SIMRS Medifirst2000 – Pengalaman Ngoding SIMRS

Reading Time: 3 minutes
SIMRS Medifirst2000 - Pengalaman Ngoding SIMRS

SIMRS Medifirst2000

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit(SIMRS) Medifirst2000 adalah SIMRS buatan PT. Jasamedika Saranatama. Perusahaan ini merupakan perusahaan konsultan IT khusus rumah sakit. Untuk informasi lebih detail mengenai perusahaan ini kalian bisa baca di website resminya di sini.

Medifirst2000 terdiri dari aplikasi

  1. Pendaftaran
  2. Perawatan Rawat Jalan
  3. Perawatan Rawat Inap
  4. IGD
  5. Ambulans
  6. Radiologi
  7. Laboratorium
  8. Hemodialisa
  9. Kasir
  10. Logistik Apotik
  11. Bank Darah
  12. Bedah Sentral
  13. Binatu
  14. Diklat
  15. Forensik dan Pemulasaran Jenazah
  16. Gizi dan Cafetaria
  17. KIOSK(Pendaftaran Mandiri)
  18. Farmasi
  19. Logistik Umum
  20. Rekam Medis
  21. Akuntansi
  22. Bendahara
  23. Anggaran dan Perencanaan
  24. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana
  25. Pengadaan Barang dan Jasa
  26. Sumber Daya Manusia
  27. Tata Usaha.

Medifirst2000 sudah bisa dibridgingkan ke BPJS, Applicare, PCare dan INACBG dan DUKCAPIL.

Medifirst2000 versi pertama dibuat menggunakan bahasa pemrograman VB6 dan menggunakan SQL Server sebagai databasenya. Karena untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar, dibuatlah Medifirst2000 versi bahasa C#, Java dan PHP. Untuk databasenya, versi bahasa C# menggunakan SQL Server, sedangkan untuk versi Java dan PHP menggunakan database PostgreSQL.

Pengalaman

Setelah lulus kuliah pada akhir tahun 2014, saya langsung bekerja di PT. Jasamedika Saranatama. Sampai tulisan ini dibuat, saya masih bekerja sebagai programmer di perusahaan ini. Pada awal saya masuk, saya ngoding menggunakan VB6, kemudian perlahan beralih ke PHP dan C#. Untuk sekarang, saya lebih sering mengerjakan produk yang menggunakan C#. Kalian bisa membaca tulisan saya mengenai pengalaman saya bekerja di perusahaan ini di sini.

Aplikasi Paling Ditakuti

Hampir 80% aplikasi Medifirst2000 sudah pernah saya koding. Ada 2 aplikasi yang menurut saya sangat sensitif, yaitu Kasir dan Logistik Apotik. Untuk ngoding aplikasi ini, programmer harus punya pemahaman yang sangat baik mengenai tipe data, khusunya tipe data untuk keperluan data-data angka. Salah dalam memberikan tipe data bisa menyebabkan salah dalam menghitung uang atau stok barang. Tetapi, diantara 2 aplikasi itu, aplikasi apotik menjadi aplikasi yang paling saya takuti. Ketika awal-awal implementasi, biasanya akan ada kasus stok minus dan stok tidak sinkron dengan stok sebenarnya.

Ngoding Paling Menyebalkan

Ngoding logistik apotik memang menakutkan tetapi tidak menyebalkan. Yang menyebalkan adalah ngoding bridging BPJS. Menurut saya, dokumentasi untuk melakukan bridging ke web service mereka masih kurang detail. Mereka memposisikan para programmer vendor itu tahu dan mengerti mengenai alur pemakaian web service mereka. Kami harus banyak bertanya ke ITnya, coba kalau dokumentasinya lengkap, kan itu tidak perlu.

Selain bridging BPJS, membuat atau menyesuaikan laporan juga menjadi hal paling menyebalkan bagi saya. Ngoding untuk membuat laporan itu gampang, yang susah adalah keakuratan datanya. Laporan bisa jadi 1 hari, tapi perlu berbulan-bulan agar datanya benar. Menyebalkan sekali. Belum lagi, usernya terus ngomel kenapa datanya masih belum benar. Hmmmm. Kalau ada programmer baru, biasanya saya serahkan tugas membuat laporan itu pada dia. Hahaha. Sebenarnya kasihan, tapi bagaimana lagi, malas saya mengerjakannya :D.

Ngoding Paling Berkesan

Pengalaman ngoding paling berkesan untuk saya adalah ketika melakukan implementasi di Tulungagung. Saya menghadapi bug yang sangat sulit sekali diketahui penyebabnya, butuh waktu sekitar 2 bulan bagi saya untuk mencari penyebabnya. Dalam 2 bulan itu saya tidak mengerjakan hal lainnya, saya hanya fokus mencari penyebab bug ini. Bugnya adalah, kadang data yang diinput oleh pengguna hilang sebagian. Pada waktu hampir 2 bulan itu, situasi sudah sangat “panas”, banyak user yang mengeluh mengenai bug ini. Setelah hampir putusa asa, Alhamdulillah berkat bantuan Allah SWT dan bantuan dari teman-teman IT RS, Operator-Operator SIMRS dan beberapa teman-teman pengguna, saya mendapat pencerahan dan menemukan cara untuk mengetahui penyebab bug itu. Setelah saya berhasil menemukan bug itu, saya langsung syukuran. Hahahahaha. Cerita lengkap mengenai bug ini tidak akan saya ceritakan disini, karena terlalu rumit. Perlu tulisan terpisah untuk menjelaskannya. Tetapi, yang pasti nama bugnya adalah “Deadlock”.

Hanya itu dulu yang bisa saya bagikan. Mungkin nanti akan saya buat bagian keduanya kalau ada ide.

Bagikan artikel

Tinggalkan Balasan

    • Lah teu bogaeun BPA meureun nu kitu mah. Kamari urg keuseul mah ka IT BPJS pasaman, geus mah lila ngabaleus na, sok salah faham wae deuih jaleuma na, malah nu terakhir mah teu dibaleus. Kampret, hoream urg ngobrol deui, cina ku IT ditu na w nu ngobrol mun aya nanaon teh

  1. Ping-balik: Kenapa Memilih C#(C Sharp)?

  2. ternyata ada juga programmer jasa medika yang ngeblog. salam kenal, saya juga pernah di jasamedika bagian project. tapi cuma di dua rumah sakit saja. tempat kerjaku sekarang masih pakai yang medifrst 2000 versi vb6

  3. Ping-balik: Pengalaman Mengerjakan Aplikasi SIM Internasional