Skip to content

Tuhan dan Pemrograman

Reading Time: 2 minutes

Bagi saya, pemrograman punya jasa yang besar terhadap kehidupan spiritual saya. Sejak kecil di pikiran saya sudah muncul pertanyaan-pertanyaan seperti “apakah alam semesta ini ada dengan sendirinya?”, “kalau ada yang menciptakan, siapa yang menciptakan alam semesta ini?”, “kalau ada penciptanya apakah ada kemungkinan penciptanya itu ada penciptanya lagi?”, “kalau penciptanya tidak ada yang menciptakan, bagaimana caranya si pencipta itu bisa ada?”. Pada waktu itu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut saya sering merenung sendiri di kamar dan menanyakannya pada ibu atau ayah saya. Tapi hasilnya tidak memuaskan diri saya. Pada tulisan ini saya hanya akan menceritakan bagaimana saya menemukan jawaban dari pertanyaan “apakah alam semesta ini ada dengan sendirinya?”.

Jawaban yang saya cari akhirnya saya dapatkan ketika saya kuliah, sebuah mata kuliah yang awalnya saya kira tidak akan menarik ternyata menjadi mata kuliah yang membimbing saya menemukan jawabannya. Mata kuliah computer vision lah yang sangat telak mengalahkan pikiran saya. Mata kuliah ini langsung menarik perhatian saya sejak hari pertama mata kuliah ini dimulai, inti dari computer vision adalah bagaimana caranya kita memprogram komputer agar komputer bisa melihat layaknya manusia.

Pencerahan saya dapat ketika di rumah saya mengulang kodingan yang diajarkan di kampus dan melakukan beberapa eksplorasi, salah satunya belajar memprogram komputer bagaimana caranya supaya komputer bisa mengenali warna merah. Setelah saya berhasil dan merasa bangga karena berhasil memprogram komputer agar bisa mengenali warna merah tiba-tiba ada sesuatu dipikiran saya yang sangat sulit untuk dijelaskan tapi intinya saya menyadari bahwa aplikasi yang saya buat sungguh sangat kalah telak dengan mata manusia, saya tidak bisa menjelaskannya tapi jika dibuat perbandingan aplikasi saya ada di angka 1 sedangkan mata manusia dengan segala kecanggihannya berada di angka yang tak terbayangkan oleh pikiran saya. Saat itulah saya sadar bahwa tidak ada jawaban lain selain alam semesta dan seluruh isinya ini memang benar ada yang menciptakan. Tidak mungkin sesuatu yang sangat canggih seperti ini ada dengan sendirinya, jawaban yang masuk akal adalah ada sesuatu yang maha jenius yang membuatnya.

Sebelum mendapat pencerahan saya juga sudah tahu bahwa mata manusia adalah sesuatu yang sangat canggih tapi pengetahuan mengenai canggihnya mata manusia tidak memiliki dampak apa-apa pada diri saya. Saya hanya menerima pengetahuan itu begitu saja. Tapi ketika pikiran saya membandingkan aplikasi yang saya buat dengan kemampuan mata manusia maka pikiran saya jadi terbuka dan berdampak sangat hebat pada diri saya.

Untuk siapapun yang membaca tulisan ini kemudian menduga bahwa pada saat saya kecil saya tidak percaya tuhan, kalian salah, saya dari kecil yakin bahwa tuhan itu ada, hanya saja pikiran saya selalu menuntut saya untuk menemukan buktinya.

Bagikan artikel

Published inPengalaman

6 Comments

  1. ia ia

    It’s Prove!

  2. admin admin

    Saha ieu?

  3. Ia Ia

    ๐Ÿ˜๐Ÿ˜’

    • admin admin

      Si euceu

      • ia ia

        Bukan.. iru mh Ucu.. wkwk
        Itu.. ada referensi E-Book matkul Comuter Vision? Kayaknya rame..

  4. admin admin

    Loba. Teangan w na google. Hahahahaha

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat